Senin, 03 Februari 2014

Cerpen 1 Linda Novlinda 2010



BERUBAH HALUAN
Oleh: Linda Al-Husna
Cianjur, 04 Juli 2010


                Seharusnya aku tak merubah pikiranku tentangmu.Tak merubah perasaanku kepadamu.Yang selama ini selalu setia menemaniku siang dan malam.Apa lagi jika aku sedang membutuhkan dukungan darimu.Kau selalu ada membantu memecahkan kebuntuan yang kuhadapi.Aku sangat bahagia! Tak ada yang salah darimu, dari kesungguhanmu memimpin perusahaan dimana aku juga turut benaung didalamnya.Kau memimpin dengan baik,sebaik kau memperlakukan aku didepan karayawan yang lain atau relasi kerja.Aku melihat kau begitu mempesona dengan caramu berdiplomasi dengan siapa pun tanpa pandang bulu! Beruntungnya, aku adalah orang yang paling dekat denganmu.Dengan pekerjaanmu atau wilayah pribadimu.Aku sangat bahagia!

                Masih terngiang dalam bayanganku waktu pertama kali kau memintaku bekerja diperusahaanmu yang besar itu.Semua orang tahu, jika masuk dan bekerja diperusahaanmu adalah orang yang beruntung dan dianggap sukses.Waktu itu aku tidak melihat apa pun kecuali kau memintaku mengerjakan satu program yang aku menyukainya dan diinginkan oleh kebanyakan orang dikota ini.Kau tawarkan aku bayaran yang mahal,untuk orang semuda aku yang seadanya.Tanpa pikir panjang lagi, kuterima tawaranmu yang menggiurkan siapa pun, aku terpilih menjadi karyawanmu!
               
                Didekatmu aku bahagia, mengerjakan pekerjaan yang harus kuselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan.Kemudian aku mendapat bayaran untuk itu.Anehnya, agak sulit rasanya pekerjaan ini jika tanpa melibatkan perasaan.Aku seorang wanita muda yang sedang ingin membuktikan diri didepan teman atau keluarga, bahwa aku mampu mencari penghasilan atau mendapatkan ketenaran seperti yang diingin kebanyakan wanita seperti aku.Sekali lagi, aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung telah dipertemukan denganmu yang selalu menjadi bahan pembicaraan baik melalui media massa atau dibelakang layar.Dari dekat aku melihatmu, ya, kau memang layak diperbincangkan.Karena kau memang memiliki aura itu.Aura yang menyenangkan siapa pun yang kau temui dan menemuimu.Secara perlahan aku pun mulai turut dibincangkan ditengah-tengah masyarakat yang mengagumimu.Tentang hubunganku denganmu baik secara professional atau pun secara pribadi.Biarlah orang-orang itu membicarakannya seperti adanya, toh, aku juga senang dengan pendapat mereka.Karena aku sedang berada paling dekat denganmu.

                Bahkan didepan para karyawan yang lain pun kau memperlihatkan perhatian yang lebih dari yang lainnya.Sebenarnya aku merasa tak enak dengan sikapmu yang demikian itu.Tapi aku tak bisa mengelak dari perhatian yang kau berikan padaku.Aku hanya dapat berterima kasih untuk itu.Aku seperti permaisuri yang kau inginkan dalam hidupmu.Tentu saja selain menjalankan pekerjaan yang kau berikan dan yang harus kuselesaikan.Kau selalu pandai memainkan situasi.Mana yang profesi dan mana yang pribadi.Aku harus bilang apa? Jika itu yang kau mau? Sebagai karyawan atau wanita biasa tentu saja aku sangat senang, seperti senangnya bunga yang dikunjungi kumbang pada pagi hari!!!
                Tak heran jika perhatianmu yang berlebihan itu dapat memicu kecemburuan para karyawan lain.Terutama dari karyawan wanita sepertiku! Tak jarang dibelakangmu, mereka menunjukkan sikap kurang menyenangkan padaku.Aku memakluminya.Sebab aku adalah wanita yang beruntung! Mendapatkan waktu dan kesempatan lebih banyak untuk bertemu denganmu.Toh, kau juga tak terlalu memusingkan bagaimana sikap karyawan yang lain didepanmu atau dibelakangmu.Aku melihatmu menikmati semua situasi yang diberikan padamu.Aku suka padamu, untuk kejantananmu menghadapi kerikil-kerikil tajam yang bertebar disekitar kau dan aku.Aku jadi merasa diperlakukan istimewa olehmu, disadari atau tidak,disengaja atau tidak.Lantas apakah salah jika kemudian muncul dalam perasaanku jika aku adalah wanita yang layak mendampingi hidupmu? Kau tak pernah menafikan juga tak mengiyakan.Kalimat yang kau berikan tidak terlalu jelas kudengar atau kurasakan.Tapi sikapmu seolah mengatakan ‘kau membutuhkan aku! Kau akan mati tanpa aku!’

                Dalam beberapa waktu, aku dan kau menikmati semua situasi ini.Setiap ada protes-protes kecil,kau selalu berhasil menghalaunya dengan bijaksana.Jujur saja, aku semakin kagum padamu.Mengagumi cara kau mengatasi masalah yang menurutku tidak penting dan tidak perlu.Rasa cintaku semakin bertambah, begitu pula dengan kepercayaanku padamu.Kukira rasaku ini tak sepihak,kau membalasnya begitu jelas.Kau juga menginginkan hal yang sama.Hanya entah apa yang membuatmu seperti sulit menjatuhkan keputusan itu, keputusan yang sama-sama kita inginkan.Sebuah hubungan yang jelas dan terakui.Kau masih saja terlihat bingung dan gamang.Berapa kali aku menahan perasaan ini, menunggu masa kebingunganmu yang entah sampai kapan akan terpecahkan.Untukmu, aku bersedia menunggu! Sebab, aku juga melihat kesibukan pekerjaanmu dan apa yang harus kukerjakan cukup menyita waktu dan perhatian, sedikitnya aku dapat menghibur diri dengan berprasangka, ‘karena pekerjaan dan kesibukanmu,kau masih belum berminat untuk melegalkan hubungan ini’.Sekali lagi, aku bersabar!

                Pernah suatu hari, datang kekantor kami seorang wanita cantik mencarimu.Dengan alasan yang tidak aneh lagi dalam anggapan lingkunganku.Dia mencarimu, meminta sedikit perhatianmu untuk sebuah urusan.Aku tidak ingin tahu urusan apa itu? Tapi, saat itu, aku berhadapan langsung dengannya.” Mencari siapa mba?” tanyaku basa basi.” Mas Tyo ada?” katanya balik bertanya.Sebenarnya aku tahu kau ada diruang pribadi.Tapi kau titip pesan untuk tidak diganggu dulu makannya kubilang padanya bahwa kau tidak ada ditempat! “Tidak ada!” jawabku.”Masa sih, padahal aku sudah janji sama dia untuk bisa bertemu sekarang!” timpalnya sedikit merasa tak senang dengan jawabanku.” Ya, tapi sekarang dia sedang tidak ada disini!” kucoba meyakinkannya.Tapi wanita cantik itu malah ngotot “Aku tidak percaya, sungguh aku sudah janji dengan mas Tyo siang ini disini?” jawabnya keukeuh dengan pendapatnya.Aku pun demikian mempertahankan pesanmu yang kau titipkan padaku.Aku ingin menjadi orang yang kau percaya dan kau banggakan.Karena itu aku melakukannya.Untukmu dan pekerjaanmu atau semua yang menyertaimu,apa pun itu.

                Karena sama-sama keuekeuh dengan pendapat masing-masing, suaraku dan suara wanita itu jadi bertambah keras.Beberapa karyawan menghampiri kami yang sedang saling lempar kalimat yang kemudian menjadi saling mengatai.Aku tidak bisa terima! Sebagai wanita yang dinomor satukan, adalah terlarang ada wanita lain yang berbuat sama seperti apa yang kuperbuat bersamamu,apa lagi melebihi? Aku harus mempertahankan posisiku dan harga diriku.Seorang karyawan lelaki datang mengampiri kami dan berusaha meleraikan pertikaian kami.Aku merendahkan suaraku.Tapi wanita itu masih saja berkata-kata yang menyakitkan perasaanku.Perhatian wanita itu pindah kepada lelaki yang meleraikan kami.”mba mencari siapa?” tanyanya setelah keadaan sedikit tenang.” Saya mencari mas Tyo, saya sudah ada janji untuk bertemu dia siang ini! Apa mas Tyonya ada?” kata wanita itu seraya merapikan bedak diwajahnya.” Sebentar ya mba, saya lihat dulu, Mas Tyo baru saja makan siang, mba boleh menugnggu dulu barang sebentar.Silahkan duduk!” kata lelaki salah satu karyawan diperusahaan ini.Aku terhenyak,’apa??? kau baru makan siang,tanpa aku? Ya Tuhan, kenapa bisa begitu? Bukankah tadi kau pesan padaku bahwa kau sedang sibuk dengan pekerjaanmu dan sedang tidak ingin diganggu? Kemudian kau katakan nanti kita makan siang bersama seperti biasa! Dalam kebingung seperti itu aku duduk didepan, menunggu siapa saja yang akan datang ke tempat ini untuk suatu urusan.Salah satunya wanita tadi.Ia sedang duduk dikursi tamu dan aku duduk dimeja disalah satu sudut ruang ini.Malas rasanya untuk menemaninya bicara.Untuk menghindari omong kosong, maka lebih baik aku diam saja.
               
                Lelaki yang tadi meleraikan, datang kembali menghampiri wanita itu.”Mba, sekarang mas Tyo sudah dapat ditemui, katanya mba ada janji dengannya?” Tanya lelaki itu.Wanita itu sumringah, nafasnya kembali lega dan menatap kearahku untuk beberapa detik.Aku terkesiap, tatapannya tajam menusuk perasaanku.Mas Tyo mau menemui wanita cantik ini, diruang pribadinya! Aku harap aku dapat membesarkan jiwa ini untuk kesekian kalinya.Sebuah kenyatan yang sulit untuk dielakkan berhubung dengan mas Tyo yang tampan dan punya banyak urusan ini.Lagi, aku menyerah telak!

                Wanita itu masuk keruang pribadimu, aku tidak ingin berpikir macam-macam tentang apa saja yang dilakukan kau dan wanita itu didalam ruang pribadimu yang dingin dan tertutup.Apa pun yang kau lakukan, aku berharap, aku adalah wanita yang paling baik diantara sekian wanita yang menemuimu atau yang kau temui.Semoga kau tak keliru dengan pilihanmu.Karena aku benar-benar telah jatuh cinta padamu.Apa pun akan kulakukan untuk kepentinganmu.

                Dua jam kemudian, aku masih duduk dimeja salah satu sudut ruang tamu.Masih menunggu siapa pun yang datang ketempat ini dengan berbagai urusan.Aku bagian piket hari ini.Karena itu aku harus duduk seharian ditempat ini. Dari pada bosan, kumainkan computer didepanku, dan mencatat sesuatu dengan asal.Perasaanku mulai gelisah, wanita yang ada didalam ruang pribadimu itu masih bertahan didalam.’Kenapa tidak segera keluar kalau urusan sudah selesai?’ batinku memprotes. Aku tahu, kau memang memiliki daya pikat merebut perhatian siapa pun, tapi apakah kau tidak melihat aku disini,yang setia menungguimu? Aku tahu, kau memang banyak urusan dengan siapa pun, tapi apakah tidak bisa diefektifkan dan dieffisienkan pertemuannya, apa lagi dengan wanita yang satu ini? Yang penampilannya lebih memikat dariku? Sungguh menyakitkan!
               
                Selang beberapa waktu, aku mendengar suaramu dan suara wanita itu keluar dari ruangan.’Ah, syukurlah mereka segera keluar!’ batinku sedikit lega.Suara-suara itu semakin mendekat kearahku kemudian muncul dari pintu yang menghubungkan ruang tamu dan ruang tengah.Wow! Sambil berjalan, kau merangkul bahu wanita itu dan sesekali mengecup pipinya didepanku.Wanita yang selama ini menemanimu siang dan malam.Kau dan wanita itu berjalan melewatiku, seolah-olah aku tidak terlihat olehmu.Padahal, posisiku sangat jelas menghadap ke pintu ruang tengah.Betapa perasaanku hancur, melihat pemandangan ini.Dengan wanita ini, kau terlihat berbeda! Kau memiliki rasa sama seperti rasamu padaku! Aku melihatnya langsung didepan mata kepalaku sendiri.Benar-benar menohok perasanku! Dan kau sanggup melakukannya didepanku!

                Seharusnya, aku tak merubah pikiranku tentangmu.Tak merubah perasaanku kepadamu.Tapi,sejak melihat wanita itu berjalan mesra didepanku perutku terasa mual, pikiranku buntu dan perasaanku hancur berkeping-keping.Aku tidak sanggup lagi melanjutkan hubungan ini, hubungan diluar profesi yang kukerjakan.Aku hanya pasrah padamu, aku mau kau apakan? Terserahmu dan aku masih ingin menghormatimu.Seperti yang kulakukan sebelum mengenalmu lebih dalam.