BERUBAH HALUAN
Oleh: Linda Al-Husna
Cianjur, 04 Juli 2010
Seharusnya aku tak merubah pikiranku tentangmu.Tak merubah
perasaanku kepadamu.Yang selama ini selalu setia menemaniku siang dan malam.Apa
lagi jika aku sedang membutuhkan dukungan darimu.Kau selalu ada membantu
memecahkan kebuntuan yang kuhadapi.Aku sangat bahagia! Tak ada yang salah
darimu, dari kesungguhanmu memimpin perusahaan dimana aku juga turut benaung
didalamnya.Kau memimpin dengan baik,sebaik kau memperlakukan aku didepan
karayawan yang lain atau relasi kerja.Aku melihat kau begitu mempesona dengan
caramu berdiplomasi dengan siapa pun tanpa pandang bulu! Beruntungnya, aku
adalah orang yang paling dekat denganmu.Dengan pekerjaanmu atau wilayah
pribadimu.Aku sangat bahagia!
Masih terngiang dalam bayanganku waktu pertama kali
kau memintaku bekerja diperusahaanmu yang besar itu.Semua orang tahu, jika masuk
dan bekerja diperusahaanmu adalah orang yang beruntung dan dianggap sukses.Waktu
itu aku tidak melihat apa pun kecuali kau memintaku mengerjakan satu program
yang aku menyukainya dan diinginkan oleh kebanyakan orang dikota ini.Kau
tawarkan aku bayaran yang mahal,untuk orang semuda aku yang seadanya.Tanpa pikir
panjang lagi, kuterima tawaranmu yang menggiurkan siapa pun, aku terpilih
menjadi karyawanmu!
Didekatmu aku bahagia, mengerjakan pekerjaan yang
harus kuselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan.Kemudian aku mendapat
bayaran untuk itu.Anehnya, agak sulit rasanya pekerjaan ini jika tanpa
melibatkan perasaan.Aku seorang wanita muda yang sedang ingin membuktikan diri
didepan teman atau keluarga, bahwa aku mampu mencari penghasilan atau mendapatkan
ketenaran seperti yang diingin kebanyakan wanita seperti aku.Sekali lagi, aku
merasa menjadi wanita yang paling beruntung telah dipertemukan denganmu yang
selalu menjadi bahan pembicaraan baik melalui media massa atau dibelakang
layar.Dari dekat aku melihatmu, ya, kau memang layak diperbincangkan.Karena kau
memang memiliki aura itu.Aura yang menyenangkan siapa pun yang kau temui dan
menemuimu.Secara perlahan aku pun mulai turut dibincangkan ditengah-tengah
masyarakat yang mengagumimu.Tentang hubunganku denganmu baik secara
professional atau pun secara pribadi.Biarlah orang-orang itu membicarakannya
seperti adanya, toh, aku juga senang dengan pendapat mereka.Karena aku sedang
berada paling dekat denganmu.
Bahkan didepan para karyawan yang lain pun kau memperlihatkan
perhatian yang lebih dari yang lainnya.Sebenarnya aku merasa tak enak dengan
sikapmu yang demikian itu.Tapi aku tak bisa mengelak dari perhatian yang kau
berikan padaku.Aku hanya dapat berterima kasih untuk itu.Aku seperti permaisuri
yang kau inginkan dalam hidupmu.Tentu saja selain menjalankan pekerjaan yang
kau berikan dan yang harus kuselesaikan.Kau selalu pandai memainkan
situasi.Mana yang profesi dan mana yang pribadi.Aku harus bilang apa? Jika itu
yang kau mau? Sebagai karyawan atau wanita biasa tentu saja aku sangat senang,
seperti senangnya bunga yang dikunjungi kumbang pada pagi hari!!!
Tak heran jika perhatianmu yang berlebihan itu dapat
memicu kecemburuan para karyawan lain.Terutama dari karyawan wanita sepertiku!
Tak jarang dibelakangmu, mereka menunjukkan sikap kurang menyenangkan
padaku.Aku memakluminya.Sebab aku adalah wanita yang beruntung! Mendapatkan
waktu dan kesempatan lebih banyak untuk bertemu denganmu.Toh, kau juga tak
terlalu memusingkan bagaimana sikap karyawan yang lain didepanmu atau
dibelakangmu.Aku melihatmu menikmati semua situasi yang diberikan padamu.Aku
suka padamu, untuk kejantananmu menghadapi kerikil-kerikil tajam yang bertebar
disekitar kau dan aku.Aku jadi merasa diperlakukan istimewa olehmu, disadari
atau tidak,disengaja atau tidak.Lantas apakah salah jika kemudian muncul dalam
perasaanku jika aku adalah wanita yang layak mendampingi hidupmu? Kau tak
pernah menafikan juga tak mengiyakan.Kalimat yang kau berikan tidak terlalu
jelas kudengar atau kurasakan.Tapi sikapmu seolah mengatakan ‘kau membutuhkan
aku! Kau akan mati tanpa aku!’
Dalam beberapa waktu, aku dan kau menikmati semua
situasi ini.Setiap ada protes-protes kecil,kau selalu berhasil menghalaunya
dengan bijaksana.Jujur saja, aku semakin kagum padamu.Mengagumi cara kau
mengatasi masalah yang menurutku tidak penting dan tidak perlu.Rasa cintaku
semakin bertambah, begitu pula dengan kepercayaanku padamu.Kukira rasaku ini
tak sepihak,kau membalasnya begitu jelas.Kau juga menginginkan hal yang
sama.Hanya entah apa yang membuatmu seperti sulit menjatuhkan keputusan itu,
keputusan yang sama-sama kita inginkan.Sebuah hubungan yang jelas dan
terakui.Kau masih saja terlihat bingung dan gamang.Berapa kali aku menahan
perasaan ini, menunggu masa kebingunganmu yang entah sampai kapan akan
terpecahkan.Untukmu, aku bersedia menunggu! Sebab, aku juga melihat kesibukan
pekerjaanmu dan apa yang harus kukerjakan cukup menyita waktu dan perhatian,
sedikitnya aku dapat menghibur diri dengan berprasangka, ‘karena pekerjaan dan
kesibukanmu,kau masih belum berminat untuk melegalkan hubungan ini’.Sekali lagi,
aku bersabar!
Pernah suatu hari, datang kekantor kami seorang
wanita cantik mencarimu.Dengan alasan yang tidak aneh lagi dalam anggapan
lingkunganku.Dia mencarimu, meminta sedikit perhatianmu untuk sebuah urusan.Aku
tidak ingin tahu urusan apa itu? Tapi, saat itu, aku berhadapan langsung
dengannya.” Mencari siapa mba?” tanyaku basa basi.” Mas Tyo ada?” katanya balik
bertanya.Sebenarnya aku tahu kau ada diruang pribadi.Tapi kau titip pesan untuk
tidak diganggu dulu makannya kubilang padanya bahwa kau tidak ada ditempat!
“Tidak ada!” jawabku.”Masa sih, padahal aku sudah janji sama dia untuk bisa
bertemu sekarang!” timpalnya sedikit merasa tak senang dengan jawabanku.” Ya,
tapi sekarang dia sedang tidak ada disini!” kucoba meyakinkannya.Tapi wanita
cantik itu malah ngotot “Aku tidak percaya, sungguh aku sudah janji dengan mas
Tyo siang ini disini?” jawabnya keukeuh dengan pendapatnya.Aku pun demikian
mempertahankan pesanmu yang kau titipkan padaku.Aku ingin menjadi orang yang
kau percaya dan kau banggakan.Karena itu aku melakukannya.Untukmu dan
pekerjaanmu atau semua yang menyertaimu,apa pun itu.
Karena sama-sama keuekeuh dengan pendapat
masing-masing, suaraku dan suara wanita itu jadi bertambah keras.Beberapa
karyawan menghampiri kami yang sedang saling lempar kalimat yang kemudian
menjadi saling mengatai.Aku tidak bisa terima! Sebagai wanita yang dinomor
satukan, adalah terlarang ada wanita lain yang berbuat sama seperti apa yang
kuperbuat bersamamu,apa lagi melebihi? Aku harus mempertahankan posisiku dan
harga diriku.Seorang karyawan lelaki datang mengampiri kami dan berusaha
meleraikan pertikaian kami.Aku merendahkan suaraku.Tapi wanita itu masih saja
berkata-kata yang menyakitkan perasaanku.Perhatian wanita itu pindah kepada lelaki
yang meleraikan kami.”mba mencari siapa?” tanyanya setelah keadaan sedikit
tenang.” Saya mencari mas Tyo, saya sudah ada janji untuk bertemu dia siang
ini! Apa mas Tyonya ada?” kata wanita itu seraya merapikan bedak diwajahnya.”
Sebentar ya mba, saya lihat dulu, Mas Tyo baru saja makan siang, mba boleh
menugnggu dulu barang sebentar.Silahkan duduk!” kata lelaki salah satu karyawan
diperusahaan ini.Aku terhenyak,’apa??? kau baru makan siang,tanpa aku? Ya Tuhan,
kenapa bisa begitu? Bukankah tadi kau pesan padaku bahwa kau sedang sibuk
dengan pekerjaanmu dan sedang tidak ingin diganggu? Kemudian kau katakan nanti
kita makan siang bersama seperti biasa! Dalam kebingung seperti itu aku duduk
didepan, menunggu siapa saja yang akan datang ke tempat ini untuk suatu
urusan.Salah satunya wanita tadi.Ia sedang duduk dikursi tamu dan aku duduk
dimeja disalah satu sudut ruang ini.Malas rasanya untuk menemaninya
bicara.Untuk menghindari omong kosong, maka lebih baik aku diam saja.
Lelaki yang tadi meleraikan, datang kembali
menghampiri wanita itu.”Mba, sekarang mas Tyo sudah dapat ditemui, katanya mba
ada janji dengannya?” Tanya lelaki itu.Wanita itu sumringah, nafasnya kembali
lega dan menatap kearahku untuk beberapa detik.Aku terkesiap, tatapannya tajam
menusuk perasaanku.Mas Tyo mau menemui wanita cantik ini, diruang pribadinya!
Aku harap aku dapat membesarkan jiwa ini untuk kesekian kalinya.Sebuah kenyatan
yang sulit untuk dielakkan berhubung dengan mas Tyo yang tampan dan punya banyak
urusan ini.Lagi, aku menyerah telak!
Wanita itu masuk keruang pribadimu, aku tidak ingin
berpikir macam-macam tentang apa saja yang dilakukan kau dan wanita itu didalam
ruang pribadimu yang dingin dan tertutup.Apa pun yang kau lakukan, aku
berharap, aku adalah wanita yang paling baik diantara sekian wanita yang
menemuimu atau yang kau temui.Semoga kau tak keliru dengan pilihanmu.Karena aku
benar-benar telah jatuh cinta padamu.Apa pun akan kulakukan untuk
kepentinganmu.
Dua jam kemudian, aku masih duduk dimeja salah satu
sudut ruang tamu.Masih menunggu siapa pun yang datang ketempat ini dengan
berbagai urusan.Aku bagian piket hari ini.Karena itu aku harus duduk seharian
ditempat ini. Dari pada bosan, kumainkan computer didepanku, dan mencatat
sesuatu dengan asal.Perasaanku mulai gelisah, wanita yang ada didalam ruang
pribadimu itu masih bertahan didalam.’Kenapa tidak segera keluar kalau urusan
sudah selesai?’ batinku memprotes. Aku tahu, kau memang memiliki daya pikat
merebut perhatian siapa pun, tapi apakah kau tidak melihat aku disini,yang
setia menungguimu? Aku tahu, kau memang banyak urusan dengan siapa pun, tapi
apakah tidak bisa diefektifkan dan dieffisienkan pertemuannya, apa lagi dengan
wanita yang satu ini? Yang penampilannya lebih memikat dariku? Sungguh
menyakitkan!
Selang beberapa waktu, aku mendengar suaramu dan
suara wanita itu keluar dari ruangan.’Ah, syukurlah mereka segera keluar!’
batinku sedikit lega.Suara-suara itu semakin mendekat kearahku kemudian muncul
dari pintu yang menghubungkan ruang tamu dan ruang tengah.Wow! Sambil berjalan,
kau merangkul bahu wanita itu dan sesekali mengecup pipinya didepanku.Wanita
yang selama ini menemanimu siang dan malam.Kau dan wanita itu berjalan
melewatiku, seolah-olah aku tidak terlihat olehmu.Padahal, posisiku sangat
jelas menghadap ke pintu ruang tengah.Betapa perasaanku hancur, melihat
pemandangan ini.Dengan wanita ini, kau terlihat berbeda! Kau memiliki rasa sama
seperti rasamu padaku! Aku melihatnya langsung didepan mata kepalaku
sendiri.Benar-benar menohok perasanku! Dan kau sanggup melakukannya didepanku!
Seharusnya, aku tak merubah pikiranku tentangmu.Tak
merubah perasaanku kepadamu.Tapi,sejak melihat wanita itu berjalan mesra
didepanku perutku terasa mual, pikiranku buntu dan perasaanku hancur
berkeping-keping.Aku tidak sanggup lagi melanjutkan hubungan ini, hubungan
diluar profesi yang kukerjakan.Aku hanya pasrah padamu, aku mau kau apakan?
Terserahmu dan aku masih ingin menghormatimu.Seperti yang kulakukan sebelum
mengenalmu lebih dalam.