LELAKI KE 2
Oleh:
Linda Al-Husna
Cianjur,
04 Juli 2010
Diary, hari ini aku sedang merasa bingung! Pikiranku
seperti mau pecah,mau meledak! Sebab aku….apakah salah jika aku merasakan cinta
yang lain selain kekasihku? Aku memang merasa sedang tidak ada masalah dengan
kekasihku tapi kebersamaanku dengannya semakin terasa berjarak.Aku harus
menunggu dia sampai dia selesai menjalankan tugasnya dan itu butuh kesabaran
yang luar biasa! Lama-lama ry, aku jadi bosan sendiri! Lalu datang seseorang
lain menawarkan kebaikannya padaku, menemaniku, berbicara apa saja membantuku
mencairkan kebosanan ini.Ya, awalnya, aku tidak ada minat untuk berselingkuh
atau apalah itu namanya.Aku hanya menikmati apa yang ada dihadapanku.
Diary, orang itu bernama Marcus, lelaki berkulit sawo
matang tinggi dan elegan.Penampilannya enak dipandang, tidak sombong dan baik
hati pula.Semua yang dekat dengannya menyatakan begitu.Ya, kupikir dia memang
begitu, meski pun aku baru bertemu beberapa kali ditempat kerjaku. Dia anak
baru yang ditempatkan oleh generalmanager dibagian pemasaran,bersamaku.Pertemuanku
dengannya masih dapat dihitung dengan jari,tidak seperti dengan karyawan
lainnya.Yang telah lebih dulu bertemu dan berteman secara pribadi.Kata orang
dia memiliki keahlian dalam memasarkan produk perusahaan dan dia cukup
berpengalaman dibidang ini.Ya, aku tahu, dia jenis lelaki yang memiliki pesona
dan dengan pesonanya itu dia menebarkan produk perusahaan.Setali dua uang,
sekali mendayung dua pulau terlampaui!
Diary, sungguh, karena aku merasa sudah memiliki
kekasih.Kupikir, kenapa aku harus menaruh perhatian yang berlebihan padanya?
Dia memang begitu, memiliki pesona yang menyenangkan.Semua orang tahu itu! Tidak
ada alasan buatku melirik padanya untuk dibandingkan dengan kekasihku.Bukankah
itu sebuah dosa? Itulah sebabnya, kukuatkan pikiran dan perasaanku untuk tidak
terlalu banyak berdekatan dengannya.Aku berusaha memelihara diri menjaga
perasaan kekasihku! Tapi itu hanya diawalnya saja, pikiran dan perasaanku
sekuat itu! Setiap aku dan dia menyudahi pertemuan rutin dibagian pemasaran,
entahlah…aku merasa dia telah menanamkan sesuatu yang lain, sesuatu yang
mencerahkan, baik pikiran maupun perasaanku.Aku jadi lebih sering tersenyum, menyapa
atau tukar pendapat bersama teman-temanku.Dan itu sangat menyenangkan.Gairah
kerjaku jadi semangat tanpa beban yang berarti,Kalau pun ada, kita bisa
menghadapinya bersama.Ry, suasana itu kudapatkan setelah dia bergabung bersama
kami.Menyenangkan bukan?
Diary, aku sedang merindukan kekasihku.Yang sedang
berada jauh dariku.Saat ini, kekasihku sedang menunaikan tugasnya sebagai
seorang assisten nakhoda.Dia dan para nakhoda sedang berada disebuah kapal yang
mengantarkan ratusan penumpang menuju teluk tanjung karang.Disanalah kini dia
berada sampai tugasnya selesai.Tiga bulan lagi dia akan pulang, kembali kesini
kekampung halamannya yang juga kampung halamanku. Aku bersedia dinikahinya,
setelah dia pulang nanti.Tapi itu masih sekitar tiga bulan lagi, sementara
Marcus semakin hari semakin mendekati aku.
Diary, apa kau bisa membantuku memecahkan
kebingunganku ini? Apa yang harus kulakukan pada Marcus atau pada kekasihku
jika dia pulang nanti? Kekasihku sudah merencanakan sebuah pesta pernikahan
menurut adatnya.Semua keluarganya sudah sepakat.Juga keluargaku.Tinggal
menunggu dia pulang maka pernikahan itu akan segera dilangsungkan! Tentu saja
aku harus sudah dalam keadaan siap baik secara mental maupun spiritual! Tapi
Marcus mengacaukan semuanya.Aku seperti dipaksa untuk memindahkan perhatian
padanya! Demi Tuhan, aku mau menunggu kekasihku sampai dia kembali titik.Selebihnya
biar semua berjalan seperti yang seharusnya kujalani.
Diary, apa kau mengerti kebingunganku ini? Merindukan
orang yang tiada dan menikmati kebersamaan dengan orang yang tak sewajarnya
untuk bersama.Itulah kebingunganku! Semoga kau tidak jengkel,marah atau bahkan
benci padaku dengan persoalanku ini.Kukatakan padamu, aku bukan perempuan
pemain lelaki, aku perempuan setia yang hanya ingin menjalankan hidup
sewajarnya saja.Tidak ingin berlebihan atau memaksa diri mensejajarkan dengan
orang lain.Aku menerima semua yang diberikan Tuhan padaku, termasuk kekasihku
dan… Marcus? Ya, Tuhan…Marcus, kenapa kau selalu bermain didunia khayalku? Aku
ingin membuang wajahmu dibenakku,tapi tak bisa! Siapa yang mengirim bayanganmu
kesini? Apa maunya? Katakan padanya aku perempuan baik-baik yang tak ingin
mengecewakan kekasihku,calon suamiku!
Diary, maaf aku sedikit emosional! Kebingunganku ini
sudah berada dipuncak.Sedang aku tidak tahu harus berbuat apa? Terlebih jika
kekasihku pulang nanti? Bukankah hal yang tak mungkin aku mengatakan hal ini
kepada kekasihku sepulangnya nanti? Apa yang akan terjadi? Bagaimana reaksi
kekasihku? Sungguh, aku tidak sanggup membayangkan semua itu.Seperti tak punya
hati saja kepada sesama manusia harus menyakiti! Aku tak mau, tak mau, tak
mau!!!!
*******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar