Sabtu, 01 Maret 2014

Cerpen 1 Linda Novlinda 2010



LELAKI KE 2
Oleh: Linda Al-Husna
Cianjur, 04 Juli 2010


                Diary, hari ini aku sedang merasa bingung! Pikiranku seperti mau pecah,mau meledak! Sebab aku….apakah salah jika aku merasakan cinta yang lain selain kekasihku? Aku memang merasa sedang tidak ada masalah dengan kekasihku tapi kebersamaanku dengannya semakin terasa berjarak.Aku harus menunggu dia sampai dia selesai menjalankan tugasnya dan itu butuh kesabaran yang luar biasa! Lama-lama ry, aku jadi bosan sendiri! Lalu datang seseorang lain menawarkan kebaikannya padaku, menemaniku, berbicara apa saja membantuku mencairkan kebosanan ini.Ya, awalnya, aku tidak ada minat untuk berselingkuh atau apalah itu namanya.Aku hanya menikmati apa yang ada dihadapanku.

                Diary, orang itu bernama Marcus, lelaki berkulit sawo matang tinggi dan elegan.Penampilannya enak dipandang, tidak sombong dan baik hati pula.Semua yang dekat dengannya menyatakan begitu.Ya, kupikir dia memang begitu, meski pun aku baru bertemu beberapa kali ditempat kerjaku. Dia anak baru yang ditempatkan oleh generalmanager dibagian pemasaran,bersamaku.Pertemuanku dengannya masih dapat dihitung dengan jari,tidak seperti dengan karyawan lainnya.Yang telah lebih dulu bertemu dan berteman secara pribadi.Kata orang dia memiliki keahlian dalam memasarkan produk perusahaan dan dia cukup berpengalaman dibidang ini.Ya, aku tahu, dia jenis lelaki yang memiliki pesona dan dengan pesonanya itu dia menebarkan produk perusahaan.Setali dua uang, sekali mendayung  dua pulau terlampaui!

                Diary, sungguh, karena aku merasa sudah memiliki kekasih.Kupikir, kenapa aku harus menaruh perhatian yang berlebihan padanya? Dia memang begitu, memiliki pesona yang menyenangkan.Semua orang tahu itu! Tidak ada alasan buatku melirik padanya untuk dibandingkan dengan kekasihku.Bukankah itu sebuah dosa? Itulah sebabnya, kukuatkan pikiran dan perasaanku untuk tidak terlalu banyak berdekatan dengannya.Aku berusaha memelihara diri menjaga perasaan kekasihku! Tapi itu hanya diawalnya saja, pikiran dan perasaanku sekuat itu! Setiap aku dan dia menyudahi pertemuan rutin dibagian pemasaran, entahlah…aku merasa dia telah menanamkan sesuatu yang lain, sesuatu yang mencerahkan, baik pikiran maupun perasaanku.Aku jadi lebih sering tersenyum, menyapa atau tukar pendapat bersama teman-temanku.Dan itu sangat menyenangkan.Gairah kerjaku jadi semangat tanpa beban yang berarti,Kalau pun ada, kita bisa menghadapinya bersama.Ry, suasana itu kudapatkan setelah dia bergabung bersama kami.Menyenangkan bukan?

                Diary, aku sedang merindukan kekasihku.Yang sedang berada jauh dariku.Saat ini, kekasihku sedang menunaikan tugasnya sebagai seorang assisten nakhoda.Dia dan para nakhoda sedang berada disebuah kapal yang mengantarkan ratusan penumpang menuju teluk tanjung karang.Disanalah kini dia berada sampai tugasnya selesai.Tiga bulan lagi dia akan pulang, kembali kesini kekampung halamannya yang juga kampung halamanku. Aku bersedia dinikahinya, setelah dia pulang nanti.Tapi itu masih sekitar tiga bulan lagi, sementara Marcus semakin hari semakin mendekati aku.

                Diary, apa kau bisa membantuku memecahkan kebingunganku ini? Apa yang harus kulakukan pada Marcus atau pada kekasihku jika dia pulang nanti? Kekasihku sudah merencanakan sebuah pesta pernikahan menurut adatnya.Semua keluarganya sudah sepakat.Juga keluargaku.Tinggal menunggu dia pulang maka pernikahan itu akan segera dilangsungkan! Tentu saja aku harus sudah dalam keadaan siap baik secara mental maupun spiritual! Tapi Marcus mengacaukan semuanya.Aku seperti dipaksa untuk memindahkan perhatian padanya! Demi Tuhan, aku mau menunggu kekasihku sampai dia kembali titik.Selebihnya biar semua berjalan seperti yang seharusnya kujalani.

                Diary, apa kau mengerti kebingunganku ini? Merindukan orang yang tiada dan menikmati kebersamaan dengan orang yang tak sewajarnya untuk bersama.Itulah kebingunganku! Semoga kau tidak jengkel,marah atau bahkan benci padaku dengan persoalanku ini.Kukatakan padamu, aku bukan perempuan pemain lelaki, aku perempuan setia yang hanya ingin menjalankan hidup sewajarnya saja.Tidak ingin berlebihan atau memaksa diri mensejajarkan dengan orang lain.Aku menerima semua yang diberikan Tuhan padaku, termasuk kekasihku dan… Marcus? Ya, Tuhan…Marcus, kenapa kau selalu bermain didunia khayalku? Aku ingin membuang wajahmu dibenakku,tapi tak bisa! Siapa yang mengirim bayanganmu kesini? Apa maunya? Katakan padanya aku perempuan baik-baik yang tak ingin mengecewakan kekasihku,calon suamiku!

                Diary, maaf aku sedikit emosional! Kebingunganku ini sudah berada dipuncak.Sedang aku tidak tahu harus berbuat apa? Terlebih jika kekasihku pulang nanti? Bukankah hal yang tak mungkin aku mengatakan hal ini kepada kekasihku sepulangnya nanti? Apa yang akan terjadi? Bagaimana reaksi kekasihku? Sungguh, aku tidak sanggup membayangkan semua itu.Seperti tak punya hati saja kepada sesama manusia harus menyakiti! Aku tak mau, tak mau, tak mau!!!!

                                                                                *******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar