Selasa, 22 Desember 2015

Cerpen Linda Al-Husna 2010



MENEBUS KESALAHAN
Oleh : Linda Al-Husna
Cianjur, 27 Juli 2010


                Dalam masa-masa pengasinganku, aku dituntut untuk mencari tahu, bagaimana cara mengisi waktu dengan baik.Dari pada banyak menyesali diri tapi tak berapa lama melakukan hal yang sama.Sungguh, aku tak mau! Kesalahan itu sudah menamparku sedemikiannya.Hingga aku dibuat jera oleh keterhinaan yang dilemparkan kearahku.Lagi pula aku sudah tidak ingin memikirkan siapa yang melakukan kesalahan itu padaku, sekarang nasibnya bagimana? Untuk mengusir pikiran-pikiran itu kupelajari beberapa buku yang berkenaan dengan pengembalian diri pada fitrah! Bukan aku mau menafikan kejadian yang telah membuatku putus asa dari rahmat Allah.Tapi aku harus mengumpulkan kekuatanku untuk berani mengakui setiap kesalahan yang pernah kulakukan.Baik kesalahan kecil maupun kesalahan besar! Dan itu butuh keberanian dan kejujuran yang objektif.
                Aku kembali kedunia imaginasiku yang menyenangkan.Menulis.Kutuliskan semua kegalauan yang berkecamuk didalam perasaan.Satu persatu tidak ada yang terlewat, dalam bentuk puisi atau prosa.Kuharap suatu saat tulisanku ini akan mengingatkanku pada masa-masa dimana aku pernah melakukan kesalahan yang membuatku merasa tidak berdaya,lemah dan ketergantungan! Semuanya kutulisakan dengan bahasaku sendiri. Khayalanku tentang seorang pasangan hidup, tentang gaya hidup dan tentang bagaimana cara mengisi hidup yang seharusnya.Barulah aku merasa, sedikit demi sediit pikiranku terbuka kembali.Aku tidak perlu merasa minder lagi seperti ketika aku melakukan kesalahan.
Seorang teman menawarkanku  mengisi acara untuk program Sastra disebuah station Radio dikotaku.Kuterima tawarannya dan jadilah aku seorang penyiar, membacakan puisi-puisi yang kubuat sendiri dan ada pula puisi orang lain.Sebuah kegiatan baru yang menyenangkan sekaligus menantang kwalitas tulisanku.Kukakui, tulisanku belum bagus.Tapi aku bertekad untuk terus menyempurnakan setiap kekurangannya.Dengan mencari pengetahuan tentang banyak hal, utamanya yang berkaitan dengan persoalan-persoalan hidup manusia.

Bagai debu pasir dipantai,
Berhamburan mengikuti angin,
Angin kebarat ikut kebarat,
Angin ketimur, ikut ketimur!

Tak ada tempat berpijak,
Terombang-ambing dihantam gelombang,
Aku terdampar diayun ombak,
Aku berdiri letih,
Melawan arus kemunafikan,
Kini, tinggallah aku,
Bersahabat dengan dosa-dosa!!!

( Puisi: Bersahabat dengan dosa 2005 )
Seperti anai-anai,
Aku terbang kian kemari,
Tak ada yang kuinginkan,
Selain mengawasimu dari jauh!

Kubidik engkau dengan getir,
Kuharap engkau dengan nanar,
Engkau tetap berjalan melenggang,
Bagai tak ada suara yang memanggil!

Kau acuh,
Kau tak bergeming,
Aku tahu,
Kau tak akan berpaling,
Walau tubuhku bermandikan darah!!!!

( Puisi: Anai-anai 2005 )

Ternyata,
Aku mampu,
Meninggalkan firman-firman Tuhan
Tentang manusia,
Yang harus selalu berbuat kebaikan!
Tentang manusia,
Yang harus mencegah kejahatan!
Tentang manusia,
Yang harus patuh pada perintah-perintah Tuhan!
Ternyata,
Aku mampu,
Membantah firman-firman Tuhan!!!

( Puisi: Antara aku dan Tuhanku 2005 )
               
                Sampai beberapa waktu, aku menjalani kegiatanku sebagai seorang penyiar radio.Aku menikmatinya sambil terus menggali dan menggali kemampuan menulisku.Perlahan-lahan, rasa bersalah itu hilang dan kini aku hadir kembali dengan rasa percaya diriku yang pernah terendap didasar perasaanku.Aku memohon kepada Tuhan, semoga  Dia memberiku ampunan dengan semua kebaikan yang telah kulakukan.Amien.****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar