MENEBUS KESALAHAN
Oleh : Linda
Al-Husna
Cianjur, 27
Juli 2010
Dalam masa-masa pengasinganku,
aku dituntut untuk mencari tahu, bagaimana cara mengisi waktu dengan baik.Dari
pada banyak menyesali diri tapi tak berapa lama melakukan hal yang
sama.Sungguh, aku tak mau! Kesalahan itu sudah menamparku sedemikiannya.Hingga
aku dibuat jera oleh keterhinaan yang dilemparkan kearahku.Lagi pula aku sudah
tidak ingin memikirkan siapa yang melakukan kesalahan itu padaku, sekarang
nasibnya bagimana? Untuk mengusir pikiran-pikiran itu kupelajari beberapa buku
yang berkenaan dengan pengembalian diri pada fitrah! Bukan aku mau menafikan
kejadian yang telah membuatku putus asa dari rahmat Allah.Tapi aku harus
mengumpulkan kekuatanku untuk berani mengakui setiap kesalahan yang pernah
kulakukan.Baik kesalahan kecil maupun kesalahan besar! Dan itu butuh keberanian
dan kejujuran yang objektif.
Aku kembali kedunia imaginasiku
yang menyenangkan.Menulis.Kutuliskan semua kegalauan yang berkecamuk didalam
perasaan.Satu persatu tidak ada yang terlewat, dalam bentuk puisi atau prosa.Kuharap
suatu saat tulisanku ini akan mengingatkanku pada masa-masa dimana aku pernah
melakukan kesalahan yang membuatku merasa tidak berdaya,lemah dan
ketergantungan! Semuanya kutulisakan dengan bahasaku sendiri. Khayalanku
tentang seorang pasangan hidup, tentang gaya hidup dan tentang bagaimana cara
mengisi hidup yang seharusnya.Barulah aku merasa, sedikit demi sediit pikiranku
terbuka kembali.Aku tidak perlu merasa minder lagi seperti ketika aku melakukan
kesalahan.
Seorang teman
menawarkanku mengisi acara untuk program
Sastra disebuah station Radio dikotaku.Kuterima tawarannya dan jadilah aku
seorang penyiar, membacakan puisi-puisi yang kubuat sendiri dan ada pula puisi
orang lain.Sebuah kegiatan baru yang menyenangkan sekaligus menantang kwalitas
tulisanku.Kukakui, tulisanku belum bagus.Tapi aku bertekad untuk terus
menyempurnakan setiap kekurangannya.Dengan mencari pengetahuan tentang banyak
hal, utamanya yang berkaitan dengan persoalan-persoalan hidup manusia.
Bagai debu
pasir dipantai,
Berhamburan
mengikuti angin,
Angin kebarat
ikut kebarat,
Angin
ketimur, ikut ketimur!
Tak ada
tempat berpijak,
Terombang-ambing
dihantam gelombang,
Aku terdampar
diayun ombak,
Aku berdiri
letih,
Melawan arus
kemunafikan,
Kini,
tinggallah aku,
Bersahabat
dengan dosa-dosa!!!
( Puisi:
Bersahabat dengan dosa 2005 )
Seperti
anai-anai,
Aku terbang
kian kemari,
Tak ada yang
kuinginkan,
Selain
mengawasimu dari jauh!
Kubidik
engkau dengan getir,
Kuharap
engkau dengan nanar,
Engkau tetap
berjalan melenggang,
Bagai tak ada
suara yang memanggil!
Kau acuh,
Kau tak
bergeming,
Aku tahu,
Kau tak akan
berpaling,
Walau tubuhku
bermandikan darah!!!!
( Puisi:
Anai-anai 2005 )
Ternyata,
Aku mampu,
Meninggalkan
firman-firman Tuhan
Tentang
manusia,
Yang harus
selalu berbuat kebaikan!
Tentang
manusia,
Yang harus
mencegah kejahatan!
Tentang
manusia,
Yang harus
patuh pada perintah-perintah Tuhan!
Ternyata,
Aku mampu,
Membantah firman-firman
Tuhan!!!
( Puisi:
Antara aku dan Tuhanku 2005 )
Sampai beberapa waktu, aku
menjalani kegiatanku sebagai seorang penyiar radio.Aku menikmatinya sambil
terus menggali dan menggali kemampuan menulisku.Perlahan-lahan, rasa bersalah
itu hilang dan kini aku hadir kembali dengan rasa percaya diriku yang pernah
terendap didasar perasaanku.Aku memohon kepada Tuhan, semoga Dia memberiku ampunan dengan semua kebaikan
yang telah kulakukan.Amien.****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar