Jumat, 06 November 2015

Cerpen Linda Al-Husna 2010



JANJI SUNYI
Oleh : Linda Al-Husna
Cianjur, 27 Juli 2010


                Entah apa yang ada dalam pikiran kang Dery, sehingga ia menjatuhkan pilihannya kepadaku untuk menjadi pendamping dalam hidupnya.Beberapa kali dalam perbincangan selalu itu yang dikatakannya.Bahwa ia siap menjalani hubungan ini bersamaku, syukur-syukur sampai nanti masuk kepelaminan.Aku sangat senang mendengar janjinya yang penuh dengan keyakinan.Sepertinya, kang Dery benar-benar sangat berminat padaku untuk dijadikannya sebagai istrinya.Baik, aku menerima perkataannya dengan antusias.Mulai sekarang aku memperlakukan kang Dery bukan sebagai orang lain melainkan sebagai calon pasangan hidupku. Meski kang Dery meminta waktu untuk melihat apakah aku bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaannya atau tidak, tetap janji itu selalu diucapkannya dengan pasti.Lalu, aku harus mengkhawatirkan apa?
                Pertemuan pertama dengan kang Dery setelah menyatakan minatnya untuk menjadi pacarku, agak sedikit gerogi.Binar-binar cinta terlihat dari matanya yang sendu, aku pun demikian.Setiap pembicaraan selalu diselingi tawa yang menyenangkan.Kang Dery hari ini lebih menarik dibanding hari-hari sebelumnya.Yang sedikit serius dan sinis dalam mengomentari fenomena-fenomena yang terjadi disekitar lingkungan.Tapi itulah kang Dery dengan kekuatan analisanya yang selalu tepat menjadikan aku menaruh perhatian padanya.Aku seperti dihipnotis untuk mengikuti semua inginnya.Dan dengan kesadaranku, aku bersedia melakukan hal itu untuknya!
                Dari seringnya melakukan perbincangan itulah, kang Dery hari ini menjadi lebih berani, mencubit pipiku dan menggenggam tanganku.Biasanya aku tidak suka diperlakukan seperti ini oleh lelaki manapun.Rasa terhina selalu membayangiku.Tapi kali ini tidak! Aku membiarkan tangan kang Dery menggenggam tanganku dan meremas jari-jarinya.Sesekali kang Dery mengatakan kalimat pujian kepadaku ‘Betapa cantiknya aku, atau hari ini kamu baik sekali!’ adalah kalimat-kalimat yang membuncahkan perasaanku.Aku sangat senang dibuatnya.Kang Dery barangkali benar-benar mencintaiku!
                Tanpa terasa waktu terus berjalan, sebulan sudah aku menjalin hubungan dengan Kang Dery. Setiap kali aku bertemu dengannya, tak ada kekuasaanku untuk menolak kemauannya.Menghabiskan waktu bersamanya menjadi kegiatan yang menyenangkan.Berbicara panjang lebar sambil melakukan ini dan itu.Pandai sekali kang Dery memainkan perasaanku yang saat itu sangat mengharapkan seorang lelaki segera menikahiku.Prilaku kang Dery menunjukkan itu.Aku sangat senang dan mulai percaya padanya, bahwa kang Dery akan segera menikahiku!
                Ternyata, apa yang ada dalam pikiranku berbeda dengan apa yang ada dalam pikiran kang Dery.Lain dulu lain sekarang! Kang Dery mulai melunturkan keyakinannya.Janji akan segera menikahiku yang kutangkap begitu pastinya, sekarang mulai pupus.Kang Dery mulai mengajukan beberapa alasan agar aku tidak selalu membahas soal pernikahan yang menurutnya mulai membosankannya.Lagi pula, menurutnya, saat ini masih ada proyek yang harus dikerjakannya.Sebelum proyek itu selesai ia belum akan memiliki uang untuk meminang siapa pun yang akan dijadikan istrinya, yaitu aku!
                Awalnya, aku memaklumi alasan kang Dery dengan perkataannya yang demikian. Namun, setelah berkali-kali ia mengatakannya, bahkan terakhir dengan intonasi yang terhentak seolah-olah ia hendak lebih menegaskan lagi perkataanya.Aku jadi termangu! Betapa kang Dery tega memperlakukan aku begitu! Memberi janji akan menikahiku lalu melakukan hubungan seperti yang dilakukan pasangan suami istri dan sekarang menarik kembali semua janji-janjinya! Ya, ampun….Apa yang harus kulakukan? Diusia yang transisi ini, usia seharusnya aku sudah menikah dan memiliki anak, sebuah tragedi malah menimpaku, menghancurkan harga diri dan harapanku! Mau dikemanakan wajah ini? Siapa yang mau menolongku dari rasa Maluku? Kepada Tuhan yang selalu melihat perbuatanku, kepada orang tua yang tidak tahu aku sudah tercemar oleh seorang lelaki yang tak pernah dikenalinya! Lalu aku harus bagaimana???
                Sejak itu, aku tidak mau lagi bertemu dengan kang Dery! Kang Dery sudah menghancurkan harapanku dan membohongiku dengan kejamnya.Sudah jelas ia berjanji akan menikahiku, tapi secepat itu janjinya terlupakan.Teganya kang Dery! Ya sudah, kuputuskan saja hubungannya, perasaannya dan angan-angannya untuk masuk kepelaminan.Sekarang aku mau membersihkan diri dari semua kotoran yang diberikannya padaku.Barangkali ini salahku juga, terlalu mudah mempercayai perkataannya.Janji-janjinya dan bayangan yang diberikannya padaku.Kang Dery,,,huh!!!
                Aku jadi banyak memohon kepada Tuhan agar diberi petunjuk yang benar dalam memilih pasangan hidup.Berharap tidak ada lagi tipu menipu dalam usaha menuju kepelaminan.Bersama siapa pun dan dimana pun.Aku tidak ingin mengalami hal ini lagi, cukuplah kang Dery saja yang menipuku dan mengecewakanku dengan sebenar-benar kekecewaan! Untuk itulah, aku mau memperbaiki diri, baik prilaku dan cara berpikirku yang ingin mudah mendapatkan sesuatu.Kendati itu harus mengorbankan diri sampai menuju kehancuran.Aku tidak mau itu terjadi lagi!
                Sekarang aku sudah tidak berhubungan dengan kang Dery lagi, setelah kejadian itu aku jadi lebih banyak menghitung kesalahanku dari pada kebaikanku.Aku jadi takut, seandainya aku meninggalkan dunia ini dalam keadaan menghinakan diri dihadapan-Nya? Dengan penyesalan-penyesalan yang tak seharusnya kutanggung! Satu demi satu kuhitung kesalahanku dan waktuku habis karenanya.Sebuah kegiatan yang jarang kulakukan dimasa sebelum terjadinya kesalahan itu.Aku jadi banyak melihat diri dari pada melihat kesalahan orang lain.Sebuah kejadian yang berhasil mengalihkan perhatianku pada ‘gajah’ yang ada dipelupuk mataku dan kulupakan kuman yang ada disebrang pulau.Itu lebih menentramkan perasaanku saat ini.Aku baru mengerti, bahwa tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan orang lain jika kesalahan-kesalahan itu masih melekat pada diri kita.Siapa yang lebih baik diantara kita????



Tidak ada komentar:

Posting Komentar